Islam merupakan suatu kepercayaan yang ada di dalam kehidupan manusia sehari – hari. Islam hadir dikarenakan ingin mengatur umat manusia yang hidupnya tidak teratur. Dengan berlandaskan kepada kitab Al – Qur’an yang turun sebagai kitab aturan untuk seluruh umat manusia dari awal peradaban manusia hingga kelak pada hari yang telah ditentukan.

Allah swt. Adalah satu – satunya Tuhan yang disembah oleh umat manusia dan Muhammad adalah salah satu utusan dari Allah swt. untuk mengarahkan umat manusia kepada jalan yang benar. Kemudian, Islam menyebar luas baik itu dalam ilmu pengetahuannya hingga aturan – aturan yang telah diajarkan oleh Muhammad ke seluruh penjuru dunia.

Memang dalam penyebarannya tidak semudah membalikkan telapak tangan, pengorbanan demi pengorbanan telah dilewati oleh Muhammad dan para sahabatnya serta para penyebar agama Islam itu sendiri dimulai dari kelahiran Islam hingga sampai saat ini.

Tetapi pada masa kini masih saja manusia – manusia yang masih memandang sebelah mata agama Islam. Diskriminasi terjadi di beberapa penjuru dunia, hingga muncul istilah “islamophobia” yang diartikan sebagai sebuah sifat yang trauma dan takut dengan Islam. Padahal dalam ajaran Islam sendiri bertujuan untuk menciptakan perdamaian dan kesejahteraan hidup manusia.

Masih banyak manusia yang mungkin belum memahami dan mengerti apa itu Islam. Mereka hanya mengetahui saja Islam di satu sisi sehingga dengan mudah orang – orang yang memandang sebelah mata Islam adapun beberapa orang yang melakukan doktrin agar Islam ini semakin tidak baik citranya dimata manusia.

Berbagai cara dilakukan untuk membuat Islam hancur dan lenyap dari muka bumi ini oleh orang-orang yang tidak suka dengan Islam dari zaman Nabi Muhammad SAW. hingga saat ini. Hal – hal yang dilakukan untuk menghancurkan Islam bisa dirasakan oleh umat Islam sendiri.

Hal pertama adalah memberikan sebuah doktrin bahwa Islam itu adalah agama teroris semenjak peristiwa hancurnya bangunan WTC pada September 2011 yang dikaitkan dengan Islam. Peristiwa berikutnya yaitu ada di negara Indonesia dimana mayoritas beragama Islam.

Tragedi yang menimpa Indonesia adalah tragedy bom bunuh diri di Bali yang dikenal sebagai “ Bom Bali I & II “. Lalu muncul gerakan – gerakan Islam radikal seperti ISIS dan kawan – kawan. Apakah hal ini menjadi sebuah kebetulan ? Ataukah hal ini terjadi karena adanya karangan dari orang – orang yang membenci Islam ?

Dan baru – baru ini terjadi pada bulan ramadan yang paling dimuliakan oleh umat muslim yaitu salah satu media memuat berita dimana pada hari itu oknum Satpol PP mengamankan penjual warung nasi yang buka pada siang hari dan oknum tersebut mengamankan barang dagangan yang dijual oleh penjual warung nasi tersebut.

Sontak saja masyarakat terkejut dengan peristiwa tersebut yang dikaitkan kembali dengan Islam. Ada beberapa orang yang menilai peristiwa tersebut dikarenakan aturan yang sangat berlebihan dan adapun yang menilai hal itu sah – sah saja dilakukan tapi tanpa membuat beberapa pihak menjadi rugi. Tapi itulah manusia, menilai dengan pemikirannya masing – masing tanpa ada aturan yang membatasi pendapat mereka.

Namun hal yang disayangkan dalam peristiwa ini adalah mengapa peristiwa ini selalu dikaitkan dengan “ Islam “. Jika hal tersebut telah terjadi siapa yang akan disalahkan, para manusia yang membenci Islam hanya bisa tertawa dan sembunyi dari perilaku mereka seolah mereka tidak mengetahui apapun.

Hingga saat ini, banyak manusia yang mulai masuk ke dalam golongan “Islamophobia” karena melihat peristiwa – peristiwa yang dianggap mengancam kehidupan mereka. Jika kita lihat dalam ajaran Islam baik itu didalam Al – Qur’an maupun Hadist tidak ada satupun perintah didalamnya yang memerintahkan manusia untuk saling membunuh, membuat kekacauan didunia, dan membuat kerusakan didunia. Bahkan Islam mengajarkan manusia untuk berbuat baik kepada sesama, memberikan sikap toleransi terhadap sesama manusia hingga mengelola dunia serta isinya menjadi lebih baik.

Kembali pada sejarah kejayaan Islam di Konstantinopel yang ditaklukan oleh Sultan Muhammad Al Fatih beserta pasukannya dan yang menjadi pertanyaannya adalah adakah perlakuan buruk Sultan dan pasukannya terhadap warga Konstantinopel setelah kota tersebut ditaklukan oleh mereka yang dimana notabena warga Konstantinopel tersebut adalah Nasrani ?

Apakah seluruh warga Konstantinopel seluruhnya dipenggal, dihukum dan dimusnahkan ataupun dibuang dari kota tersebut sehingga hanya pasukan – pasukan Sultan yang boleh mendiami Konstantinopel ? jawabannya tidak ada satupun warga Konstantinopel yang diperlakukan buruk oleh Sultan dan pasukannya.

Semua itu karena Sultan mengetahui bahwa dia dan warga tersebut adalah manusia yang diciptakan dan hidup secara berdampingan. Dan sejarah berikutnya pada zaman Nabi Muhammad dalam melakukan penyebaran Islam pada masa itu, yang mana beliau dan sahabatnya sedang dalam pengejaran oleh pasukan – pasukan yang membenci mereka dan mereka berlindung disuatu tempat yang bernama Habsyi dan memiliki seorang raja bernama Negus dari kaum Nasrani. Di tempat itu Nabi Muhammad dan para sahabatnya mendapatkan perlindungan dari raja tersebut. Saat berlindung ada sebuah diskusi panjang antara sang raja dengan para sahabat mengenai Islam dan ajarannya.

Pada saat itupun para sahabat tidak memaksa sang raja untuk menganut Islam tapi mereka berbagi informasi mengenai Islam dengan raja tersebut. Hubungan baik antara Nabi Muhammad dan Raja Negus ini terjalin sangat baik hingga pada akhirnya raja ini meninggal dunia. Dari sejarah inilah saya sangat menghargai dan menghormati sesama manusia tanpa memandang dari sudut agama, budaya, ras dan latar belakang orang yang saya kenal. Lalu mengapa saat ini masih saja banyak manusia yang memandang sebelah mata Islam tanpa mengetahui apa kandungan yang diajarkan oleh Islam sendiri.

Ada istilah “ Don’t judge book by its cover “ tapi masih saja manusia yang selalu menuduh, menuding segala sesuatu dari luarnya saja tanpa melihat isinya seperti apa. Memang saya bukanlah seorang muslim yang taat tetapi apa salahnya jika orang – orang belajar memahami Islam walaupun tanpa memaksa harus masuk kedalam Islam dan simpulkan dengan peristiwa – peristiwa yang terjadi yang dimana Islam adalah agama teroris, radikal dan lain – lain.

Jika dilihat lagi dalam ajaran Islam baik itu tertulis maupun tidak tertulis tidak ada satupun yang mengajarkan perusakan, pembunuhan, hingga perlakuan buruk sekalipun tidak ada. Lihat dalam isi kandungan ayat yang terdapat didalam Al – Qur’an disitu tertulis bahwa seruan untuk menyembah Allah swt.

Setelah itu Nabi Muhammad sebagai utusan Allah swt. kemudian ayat – ayat yang menjelaskan tentang peradaban manusia dan makhluk hidup ciptaan Allah swt. perintah untuk mengelola dunia dan isinya, perintah untuk selalu memiliki jiwa toleransi dan membantu sesama, perintah untuk mencari ilmu pengetahuan dan mengembangkannya demi kehidupan bersama, dan juga berbagai peristiwa – peristiwa yang terjadi dimulai dari terciptanya bumi dan seluruh alam hingga pada hari yang ditentukan oleh Allah swt.

Dan juga tercatat didalam Al – Qur’an bahwa “Kerusakan itu terjadi akibat ulah tangan manusia sendiri” lalu mengapa disini Islam dipandang sebagai agama yang radikal sedangkan dalam al – qur’an tidak satupun yang menjelaskan seruan untuk menjadi umat yang radikal, extremist, kejam dan perusak serta memaksa seolah – olah menjadi menakutkan dan menyeramkan.

Ada salah satu pernyataan “ Jika ada seorang muslim melakukan suatu kesalahan maka jangan salahkan “ Islam “ nya, karena yang salah itu adalah manusianya itu sendiri dan tegurlah seseorang tersebut “. Tulisan ini bukan merupakan suatu doktrin kepada siapapun dan bukan merupakan tulisan yang menyudutkan pihak – pihak tertentu tetapi tulisan ini bertujuan untuk memberikan pandangan kepada para masyarakat agar tidak menilai sesuatu dari luarnya saja melainkan lihatlah jauh kedalam isinya, ajarannya, kerangkanya seperti apa sehingga bisa diketahui apakah sesuatu tersebut itu baik untuk kita atau buruk untuk kita terutama mengenai Islam itu sendiri.

Penulis percaya bahwa Tuhan menciptakan manusia dengan ragam perbedaan tetapi harus bisa hidup berdampingan dengan damai dan sejahtera, semua agama mengajarkan kepada umatnya hal yang baik dan ketika keseimbangan tersebut rusak bukan dari faktor agama maupun faktor dalam konteks perbedaan yang ada pada umat manusia melainkan akibat dari perbuatan tangan manusia itu sendiri yang hanya mengutamakan sifat “egoisme” nya demi mendapatkan keuntungan pribadi tanpa memperdulikan keselamatan hidup manusia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here