Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat majemuk yang terdiri dari beragam agama. Kemajemukan yang ditandai dengan keanekaragaman agama itu mempunyai kecenderungan kuat terhadap identitas agama masing-masing dan berpotensi konflik.

Indonesia merupakan salah satu contoh masyarakat yang multikultural. Multikultural masyarakat Indonesia tidak saja kerena keanekaragaman suku, budaya, bahasa, ras tapi juga dalam hal agama.

Agama yang diakui oleh pemerintah Indonesia adalah agama Islam, Katolik, protestan, Hindu, Budha, Kong Hu Chu. Dari agama-agama tersebut terjadilah perbedaan agama yang dianut masing-masing masyarakat Indonesia.

Dengan perbedaan tersebut apabila tidak terpelihara dengan baik bisa menimbulkan konflik antar umat beragama yang bertentangan dengan nilai dasar agama itu sendiri yang mengajarkan kepada kita kedamaian, hidup saling menghormati, dan saling tolong menolong.

Islam Agama Rahmat bagi Seluruh Alam. Kata Islam berarti damai, selamat, sejahtera, penyerahan diri, taat dan patuh. Pengertian tersebut menunjukkan bahwa agama islam adalah agama yang mengandung ajaran untuk menciptakan kedamaian, keselamatan, dan kesejahteraan hidup umat manusia pada khususnya dan seluruh alam pada umumnya.

Agama Islam adalah agama yang Allah turunkan sejak manusia pertama, Nabi pertama, yaitu Nabi Adam AS. Agama itu kemudian Allah turunkan secara berkesinambungan kepada para Nabi dan Rasul-rasul berikutnya. Maka dari itulah pentingnya kerukunan dengan nilai – nilai spiritual salah satunya dengan meningkatkan rasa ukhuwah (persaudaraan) dalam bingkai perbedaan, agar semua masyarakat tidak mengalami efek negative dari ketidak rukunan.

Oleh karena itu, untuk mewujudkan kerukunan hidup yang sejati, harus tercipta suatu konsep hidup bernegara yang mengikat semua anggota kelompok sosial yang berbeda agama guna menghindari ”ledakan konflik antarumat beragama yang terjadi tiba-tiba”.

Mengenal Kerukunan

Kata kerukunan berasal dari kata dasar rukun, berasal dari bahasa Arab ruknun (rukun) jamaknya arkan berarti asas atau dasar, misalnya: rukun Islam, asas Islam atau dasar agama Islam. Dalam kamus besar bahasa Indonesia arti rukun adalah sebagai berikut:

Rukun (nomina) berarti Sesuatu yang harus dipenuhi untuk sahnya pekerjaan sedangkan Asas, berarti dasar, sendi, semuanya terlaksana dengan baik, tidak menyimpang dari rukun Islam. Rukun (a-ajektiva) berarti Baik dan damai, tidak bertentangan, bersatu hati, bersepakat sedangkan Merukunkan berarti Mendamaikan atau Menjadikan bersatu hati.

Seperti yang sudah dijelaskan di atas kata “rukun” secara  etimologi, berasal dari bahasa Arab yang berarti tiang, dasar, dan sila. Kemudian perkembangannya dalam bahasa Indonesia, kata “rukun” sebagai kata sifat yang berarti cocok, selaras, sehati, tidak berselisih.

Kerukunan juga bisa bermakna suatu proses untuk menjadi rukun karena sebelumnya ada ketidakrukunan; serta kemampuan dan kemauan untuk hidup berdampingan dan bersama dengan damai serta tenteram. Langkah-langkah untuk mencapai kerukunan seperti itu, memerlukan proses waktu serta dialog, saling terbuka, menerima dan menghargai sesama, serta cinta-kasih.

Kerukunan antarumat beragama bermakna rukun dan damainya dinamika kehidupan umat beragama dalam segala aspek kehidupan, seperti aspek ibadah, toleransi, dan kerja sama antarumat beragama. Selain itu islam juga mengajarkan manusia untuk hidup bersaudara karena pada hakikatnya kita bersaudara.

Persaudaraan atau ukhuwah, merupakan salah satu ajaran yang pada hakikatnya bukan bermakna persaudaraan antara orang-orang Islam, melainkan cenderung memiliki arti sebagai persaudaraan yang didasarkan pada ajaran Islam atau persaudaraan yang bersifat Islami.

Cara Meningkatkan Rasa Ukhuwah

Kata ukhuwah berasal dari bahasa arab yang kata dasarnya adalah akh yang berarti saudara, sehingga kata ukhuwah berarti persaudaraan. Masing-masing pihak memiliki satu kondisi atau perasaan yang sama, baik sama suka maupun duka, baik senang maupun sedih.

Jalinan perasaan ini menimbulkan sikap timbal balik untuk saling membantu bila pihak lain menglami kesulitan, dan sikap saling membagi kesenangan. Ukhuwah yang perlu kita jalin bukan hanya intern seagama saja akan tetapi yang lebih penting lagi adalah antar umat beragama. Ukhuwah terbagi atas tiga jenis, yaitu :

Ukhuwah Islamiyah, Yaitu persaudaraan yang berlaku antar sesama umat Islam atau persaudaraan yang diikat oleh aqidah/keimanan, tanpa membedakan golongan selama aqidahnya sama maka itu adalah saudara kita dan harus kita jalin dengan sebaik-baiknya.

Sebagaimana dijelaskan Allah SWT dalam Alqur’an surat Al Hujarat : 10, yang artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah saudara, oleh karena itu peralatlah simpul persaudaraan diantara kamu, dan bertaqwalah kepada Allah, mudah-mudahan kamu mendapatkan rahmatnya “.

Selama ini, masyarakat seringkali memaknai ukhuwah Islamiyah sebagai persaudaraan terhadap sesama orang Islam. Mestinya tidak demikian, Ukhuwah Islamiyah (Islamic brotherhood) berbeda dengan ukhuwah baynal-muslimin atau alIkhwanul-Muslimun (moslem brotherhood). Makna persaudaraan antara sesama orang Islam itu bukan ukhuwah Islamiyah, tetapi ukhuwah baynal-muslimin / al-Ikhwanul-Muslimun (Moslem Brotherhood).

Jika dikaji dari segi nahwu, ukhuwah Islamiyah adalah dua kata yang berjenis mawshuf atau kata yang di sifati (ukhuwah) dan shifat atau kata yang mensifati (Islamiyah). Sehingga, ukhuwah Islamiyah seharusnya dimaknai sebagai persaudaraan yang berdasarkan dengan nilai-nilai Islam. Sedangkan persaudaraan antar sesama umat Islam dinamakan dengan ukhuwah diniyyah.

Dari pemaknaan tersebut, maka dapat dipahami bahwa ukhuwah diniyyah (persaudaraan terhadap sesama orang Islam), ukhuwah wathaniyyah (persaudaraan berdasarkan rasa kebangsaan), dan ukhuwah basyâriyyah (persaudaraan berdasarkan sesama makhluk Tuhan) memiliki peluang yang sama untuk menjadi Ukhuwah Islamiyah.

Ukhuwah Islamiyah tidak sekedar persaudaraan dengan sesama orang Islam saja, tetapi juga persaudaraan dengan setiap manusia meskipun berbeda keyakinan dan agama, asalkan dilandasi dengan nilai-nilai keislaman, seperti saling mengingatkan, saling menghormati, dan saling menghargai.

Ukhuwah Insaniyah/Basyariyah, Yaitu persaudaraan yang berlaku pada semua manusia secara universal tanpa membedakan ras, agama, suku dan aspek-aspek kekhususan lainnya. Persaudaraan yang di ikat oleh jiwa kemanusiaan, maksudnya kita sebagai manusia harus dapat memposisikan atau memandang orang lain dengan penuh rasa kasih sayang, selalu melihat kebaikannya bukan kejelekannya.

Ukhuwah Wathoniyah, Yaitu persaudaraan yang diikat oleh jiwa nasionalisme tanpa membedakan agama, suku, warna kulit, adat istiadat dan budaya dan aspek-aspek yang lainnya. Semua itu perlu untuk dijalin karena kita sama-sama satu bangsa yaitu Indonesia. Mengingat pentingnya menjalin hubungan kebangsaan ini Rosulullah bersabda “Hubbul wathon minal iman”, artinya Cinta sesama saudara setanah air termasuk sebagian dari iman.

Timbulnya sikap ukhuwwah dalam kehidupan masyarakat disebabkan adanya dua hal, yaitu Adanya persamaan, baik dalam masalah keyakinan/agama, wawasan, pengalaman, kepentingan, tempat tinggal maupun cita-cita dan Adanya kebutuhan yang dirasakan hanya dapat dicapai dengan melalui kerjasama dan gotong royong serta persatuan.

Ukhuwwah (persaudaraan atau persatuan ) menuntut beberapa sikap dasar, yang akan mempengaruhi kelangsungannya dalam realita kehodupan sosial. Sikap-sikap dasar tersebut adalah Saling mengenal (ta’aruf), Saling menghargai dan menenggang (tasamuh), Saling menolong (ta’awun), Saling mendukung (tadlomum) dan Saling menyayangi (tarahum).

Ukhuwwah (Persaudaraan atau Persatuan) akan terganggu kelestariannya, apabila terjadi sikap-sikap destruktif (muhlikat) yang bertentangan dengan etika sosial yang baik (akhlakul karimah) seperti Saling menghina (as-sakhriyah), Saling mencela (al-lamzu), Berburuk sangka (suudhan), Saling mencermarkan nama baik (ghibah), Sikap curiga yang berlebihan  (tajassus) serta Sikap congkak (takabbur).

Ada perilaku yang harus  dijalankan demi terciptanya suasana Ukhuwah Islamiyah, Insaniyah dan wathaniyah agar tercapainya kerukunan, Merasa dan mengakui bahwa sesama muslim di seluruh belahan dunia adalah saudara yang patut kita lindungi,  kita perjuangkan hak mereka atas islam jika berada pada negara yang sedang berperang serta mendoakan mereka untuk kebaikan.

Merasa dan mengakui bahwa seluruh umat manusia di dunia adalah saudara kita. Tidak ada perbedaan yang menjadi dasarnya untuk saling bermusuhan, karena tidak ada satu manusiapun yang hidup dalam keabadian.

Saling Menjaga kerukunan antar umat beragama dan membudidayakan rasa saling membutuhkan, saling menghargai dan menghormati perbedaan yang ada didalam negara kesatuan republik indonesia serta bersama sama menjunjung tinggi martabat bangsa dimata bangsa lain.

Bagi kaum muslim, Menjalankan sholat bersama-sama (berjamaah) dengan hati yang ikhlas dan memahami bahwa kita sebagai manusia tidak bisa hidup sendiri tanpa bantuan orang lain tanpa harus melihat siapa dan bagaimana status sosialnya.

Kebersamaan dalam menjalin rasa kasih sayang dengan kemurnian batin adalah mutlak kita perlukan. Kesombongan tidak ada artinya satu persenpun ketika kita mengalami musibah yang maha dahsyat , ketika sakit keras hingga ajal menjemput atau ketika agama dan keyakinan kita dipermalukan bangsa lain.

Ikhlas membantu kesusahan sesama muslim dan sesama umat beragama tanpa ada  rasa pamrih atau menolong hanya karena menginginkan sesuatu (Pamer kekayaan atau meningkatkan gengsinya agar dihormati orang lain),  Ikhlas memaafkan kesalahan orang lain dan memahami bahwa di dunia ini tak ada satu manusiapun yang bisa lolos dari yang namanya kesalahan,

Kekurangan dan kelemahan, Saling bertegur sapa dan menebarkan salam dengan wajah yang damai dan menciptakan rasa saling sayang, Melupakan perbedaan dan merajut kebersamaan untuk menciptakan masyarakat yang  bersatu, rukun, saling menghargai dan mau menerima kekurangan masing masing, Memperkuat dan meningkatkan rasa silahturahim dengan cara misalnya mengadakan pengajian bersama, atau ketika bulan ramadan bisa mengadakan acara buka bersama dan sholat tarawih berjamaah.

Rasulullah SAW pernah ditanya oleh seorang sahabat, “Wahai Rasulullah kabarkanlah kepadaku amal yang dapat memasukkan aku ke surga”. Rasulullah menjawab; “Engkau menyembah Allah, jangan menyekutukan-Nya dengan segala sesuatu, engkau dirikan shalat, tunaikan zakat dan engkau menyambung silaturahmi.” (HR. Bukhari)

Menjauhi perbuatan yang dibenci Allah dan memberi pemahaman pada semua orang tentang perbuatan apa saja yang tidak disukai Allah dan mengandung azab yang pedih, misalnya melakukan pembunuhan, perbuatan maksiat dan lainnya.

Mendoakan, orang yang baik atau yang jahat dengan doa kebaikan, Berlomba berbuat kebaikan karena Allah SWT dalam bentuk apapun tetapi perbuatan yang tidak merugikan diri sendiri dan orang lain, Ikhlas dan menerima kritikan yaitu dengan pikiran positif dari sesama muslim demi perbaikan ahklak kita dimasa yang akan datang dengan  Cara Membuat Hati Ikhlas.

Tidak merasa diri selalu benar  karena tidak ada manusia yang sempurna. Apa yang baik untuk kita, apa yang kita anggap baik pada kenyataannya belum tentu  orang lain merasakan hal yang sama. Saling menghargai pendapat orang lain adalah kunci terbentuknya rasa saling rukun.

Dengan demikian, sikap ukhuwah akan menjadi representasi Islam sebagai rahmat untuk seluruh alam. Ukhuwah akan merepresentasikan bahwa agama adalah institusi yang menyelamatkan dan menyejukkan.

Pada akhirnya kerukunan dan persaudaraan pada agama Islam pada khususnya dan Indonesia dan dunia pada umumnya akan menjadi kuat dan kokoh. Dengan ukhuwah, umat akan terberdayakan. Dengan ukhuwah, umat akan mencapai kemaslahatan (Ahmad Saifuddin, 14 April 2014).

Kesimpulan penulis, Pentingnya kerukunan hidup antar umat beragama adalah terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis dalam kedamaian, saling tolong menolong, dan tidak saling bermusuhan agar agama bisa menjadi pemersatu bangsa Indonesia yang secara tidak langsung memberikan stabilitas dan kemajuan Negara. Cara menjaga sekaligus mewujudkan kerukunan hidup adalah dengan meningkatkan rasa ukhuwah  serta mengimplemtasikannya dalam kehidupan sehari – hari.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here